skip to Main Content
Baru Ditemukan, Inilah Virofage Si Pemakan Virus

Baru Ditemukan, Inilah Virofage Si Pemakan Virus

Virus menjangkiti makhluk hidup dan menyebabkan penyakit. Musuh utama virus adalah vaksin dan obat-obatan modern, setidaknya itu yang diyakini sampai saat ini, sampai para peneliti menemukan musuh alami virus yang ternyata hidup di alam liar.
Virus adalah parasit yang mampu menggandakan diri mereka. Tetapi kemampuan itu hanya dapat dilakukan di dalam tubuh inang yang dia jangkiti. Walau terlihat seperti makhluk hidup, virus sebenarnya bukan makhluk hidup, mereka bahkan tidak hidup sama sekali. Virus tidak memiliki sel, mereka juga mampu menghasilkan energi bagi dirinya sendiri sehingga harus mencurinya dari makhluk hidup, dan terakhir, virus tidak mampu tumbuh besar. Virus lebih mirip sebuah robot super kecil serupa makhluk hidup daripada makhluk hidup sesungguhnya.
Baca juga:
Virus tersebar dimana-mana, mereka ada di berbagai permukaan benda, melayang-layang di udara dan di dalam lautan. Mereka mengandung fosfor dan nitrogen dalam jumlah yang sangat banyak dan potensial menjadi sumber makanan kaya karbon yang cocok untuk hewan-hewan kecil dan bersel satu. Anehnya belum ada makhluk hidup apapun yang menjadikan virus sebagai santapan mereka. Sampai beberapa waktu yang lalu, ilmuwan hanya mengenal sejumlah virus yang berevolusi untuk memangsa virus lain dan menjarah bahan-bahan pembangun organiknya. Kini, ilmuwan mendapatkan bukti paling kuat mengenai adanya makhluk hidup pemangsa virus, virofage. Makhluk bersel satu yang menjadikan virus sebagai cemilannya ini ditemukan di sebuah Teluk di Amerika Utara.
Penelitian yang berjudul ‘Single cell genomics reveals viruses consumed by marine protist’ yang merupakan laporan kerja sebuah tim internasional dari Amerika Serikat dan Spanyol menemukan bahwa terdapat sedikitnya dua jenis makhluk hidup yang menjadikan virus sebagai makanan. Dalam penelitiannya, Mereka mengumpulkan 1.700 jenis sel plankton dari laut Mediterania dan Teluk Maine. Setelah diteliti mereka menemukan sejumlah jejak sisa gen virus di berbagai contoh plankton.
Sebagian besar jejak gen virus ini didapat dari plankton yang memakan bakteri yang terinfeksi oleh virus tetapi terdapat sejumlah kecil jejak gen virus yang berbeda, jejak itu ditemukan tidak bersama gen bakteri sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa hewan bersel satu itu tidak memakan bakteri yang terinfeksi virus melainkan langsung menyantap si virus sendiri, mungkin pada saat virus sedang berusaha menjangkiti bakteri atau makhluk super mini lainnya.
Virus dapat hidup di luar tubuh makhluk yang mereka jangkiti tetapi hanya dalam waktu yang terbatas dan mereka akan mati bila tidak segera menemukan inang baru. Kedua sampel plankton yang gemar menyantap virus secara langsung itu datang dari dua jenis yang berbeda yakni choanozoa dan picozoa.
Temuan ini bisa memberi dampak besar dalam usaha pengendalian jumlah virus yang ada di bumi, dimulai dari pengendalian jumlah virus di dalam air. Belum diketahui manfaat kedua virofage ini dalam usaha mengendalikan penyebaran virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab penyakit Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top