skip to Main Content
Cara Terbaik Membersihkan Masker Kain Dan Cara Yang Harus Dihindari

Cara Terbaik Membersihkan Masker Kain dan Cara Yang Harus Dihindari

Saat ini makain banyak orang yang mempergunakan masker kain untuk bepergian keluar rumah. Penggunaannya didorong oleh pemerintah untuk menggantikan masker bedah dan masker N95 yang diperuntukkan bagi petugas medis yang merawat pasien Covid-19.

Meski tidak seefektif masker bedah dan masker N95, tetapi menurut WHO masker kain masih lebih baik daripada sama sekali tidak mempergunakan apa-apa saat pergi keluar rumah. Lembaga anti wabah Pemerintah Amerika Serikat CDC pun telah mengeluarkan panduan untuk membuat dan memakai masker kain.

Masker kain sebaiknya terbuat dari kain yang padat anyamannya dan setiap telah dipakai harus segera disanitasi. Berikut ini tiga cara melakukan sanitasi kepada masker kain.

(peasi.com)

Merebus

Merebus adalah cara yang paling mudah untuk membersihkan masker kain. Cukup masukkan masker kain ke dalam air mendidih selama lima menit maka proses sanitasi telah selesai.

Meski mudah tetapi cara ini memiliki satu kekurangan, yakni dapat merusak kain. Suhu air yang tepat tetapi direbus dalam waktu yang lama akan merusak kain. Kerusakan juga akan terjadi bila air direbus dalam waktu yang tepat tetapi di dalam suhu yang terlalu panas. Sanitasi cukup dilakukan dengan merendam masker kain selama lima menit di dalam air bersuhu 100 derajat celcius.

(indesit.co.uk)

Cuci

Masker kain yang baru saja digunakan diletakkan di dalam wadah terpisah dengan pakaian kotor lainnya tetapi boleh dicuci dalam mesin cuci yang sama.

Setelah digunakan, letakkan masker kain dalam wadah yang terpisah dengan pakaian kotor lainnya. ketika dicuci, masker kain bisa dicampur bersama pakaian kotor lain dalam satu mesin cuci yang sama. Cairan deterjen akan efektif mematikan virus corona yang menempel pada pakaian dan masker kain. Jika memungkinkan maka dianjurkan untuk menggunakan air hangat bersuhu 60 derajat celcius saat mencuci pakaian dan masker. Menurut WHO, suhu 60 derajat celcius cukup memadai untuk melemahkan berbagai jenis virus, termasuk virus corona.

(cleanipedia.com)

Pemutih

Pemutih atau klorin adalah bahan yang ampuh untuk mematikan virus. Kekurangannya adalah jika tidak berhati-hati maka bisa mengganggu kesehatan manusia dan merusak kain.

Masukkan satu sendok the pemutih ke dalam satu liter air sebelum masker kain dimasukkan. Air hangat akan membantu proses sanitasi tetapi suhu air bukan masalah karena kali ini yang bekerja melawan virus corona adalah pemutih, karena itu air dingin pun bisa digunakan.

Setelah lima menit, angkat masker kain dari larutan pemutih dan bilas di bawah air yang mengalir selama 10 sampai 15 detik. Kembali rendam masker kain tetapi kali ini di dalam air bersih selama lima menit. Setelah itu angkat dan jemur di tempat yang hangat.

Pembilasan dan perendaman ulang diperlukan agar tidak ada sisa pemutih yang tertinggal. Pemutih yang menempel akan merusak kain dan karena masker dipergunakan untuk menutup hidung maka sisa pemutih akan terhirup oleh pengguna. Pemutih atau klorin yang terhirup akan menyebabkan kerusakan pada saluran pernafasan dan memperburuk penyakit pernafasan apapun yang diidap oleh si pengguna.

Tiga cara di atas bisa dilakukan sendiri-sendiri untuk melakukan sanitasi pada masker kain akan tetapi hasil yang lebih baik akan muncul bila dua atau tiga cara di atas dikombinasikan.

Satu hal tambahan yang layak dipertimbangkan adalah untuk membiarkan masker kain paling tidak selama empat hari sebelum kembali dipergunakan. Virus corona di dalam tetes air super halus memiliki waktu hidup yang bervariasi tergantung pada lokasi dia menempel, dengan rentang waktu hidup terpanjang adalah 72 jam. Karena itu, untuk memastikan keamanan masker kain maka tunggulah sampai 72 jam setelah masker terakhir digunakan dan tambahkan 24 jam lagi sebagai sikap berjaga-jaga.

Satu cara yang harus dihindari saat hendak membersihkan masker kain adalah memasukkannya dalam microwave. Memang benar sinar ultra violet dipergunakan di laboratorium untuk mensterilkan pakaian tetapi itu tetap diikuti dengan cara lain seperti mencuci. Alasan lain untuk menghindari microwave adalah karena tidak ada ukuran standar penggunaan panjang gelombang sinar ultra violet sehingga tidak ada panduan yang dapat dipergunakan secara bersama untuk berbagai jenis dan merek microwave.

Sinar ultraviolet yang dipancarkan microwave hanya membakar virus yang ada pada permukaan dan tidak membakar virus yang menempel di lipatan. Penggunaan ukuran yang salah juga akan menyebabkan sinar membakar masker kain. Karenanya sangat tidak disarankan untuk membersihkan masker kain mempergunakan microwave.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa kain memiliki masa hidup yang terbatas, masker kain tidak berbeda dengan seprai dan taplak meja yang akan kehilangan warna dan kekuatan anyaman setelah waktu berlalu. Karena itu siapkan beberapa masker kain sekaligus untuk dipakai bergantian dan rawatlah masker yang ada dengan hati-hati.

Berdiam di rumah tetap menjadi anjuran utama di masa merebaknya wabah yang mematikan ini. Kurangi kegiatan di luar rumah sampai seminimal mungkin dan selalu gunakan masker kain yang telah dicuci setiap akan keluar rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top