skip to Main Content
Citra Matahari Paling Tajam Telah Dirilis, Satu Sel Plasmanya Bisa Menelan Kalimantan.

Citra Matahari Paling Tajam Telah Dirilis, Satu Sel Plasmanya Bisa Menelan Kalimantan.

Tim Peneliti dari Teleskop Daniel K. Inouye telah merilis citra-citra matahari yang paling tajam dan rinci saat ini. Citra itu bermanfaat untuk mempelajari perilaku matahari dalam memengaruhi iklim di tata surya.
Teleskop Daniel K. Inouye adalah teleskop matahari terbesar di dunia. Teleskop berdiameter empat meter di puncak Haleakala di Maui, Hawaii, ini dibangun khusus untuk mengamati permukaan matahari secara terperinci. Teleskop ini akan mampu melihat struktur di permukaan matahari sampai yang berukuran sekecil 30 kilometer. Teleskop sebelumnya hanya mampu mengamati suatu struktur sampai yang berukuran 150 kilometer saja, struktur lain yang lebih kecil daripada 150 kilometer tidak akan terlihat.

Medan magnetik matahari perlu dipelajari dengan serius karena memengaruhi iklim ruang angkasa di sekitar Planet Bumi. Serbuan plasma dan partikel magnetik dari matahari yang disebut Coronal Mass Ejection (CME) dapat menghantam satelit yang mengelilingi bumi, fasilitas penyaluran listrik di permukaan bumi , dan berbagai sarana komunikasi, dan dapat menyebabkan kerusakan parah. Pada 1989 sebuah badai geomagnetik CME menerpa Kota Qubec di Kanada, menyebabkan listrik padam selama sembilan jam di sebagian besar Kanada dan menimbulkan kerugian keuangan senilai triliunan rupiah. dalam skala yang lebih kecil, semburan kecil matahari dapat menyebabkan gangguan komunikasi radio sampai delapan jam, sesuatu yang dapat memicu banyak kematian bila terjadi di daerah bencana, seperti yang menimpa Karibia pada September 2017.
Teleskop Daniel K. Inouye ini memiliki sensitifitas dan resolusi unik yang membuatnya mampu meneliti medan magnet matahari dan merupakan teleskop pertama yang mampu melakukannya. Hasil pengamatan mereka menunjukkan struktur magnetik kecil dalam rincian yang mencengangkan. Citra terperinci matahari pertama dari dirilis oleh teleskop Daniel K. Inouye diambil pada 10 Desember 2019 lalu dan baru dirilis pada 29 Januari 2020. Citra yang dirilis itu menunjukkan plasma yang membentuk kelompok seperti ‘sel’ pada permukaan matahari. Sel-sel itu bergerak aktif dan terlihat seperti permukaan air mendidih.

Permukaan Matahari dengan Negara Bagian Texas. (NSO/AURA/NSF)

Ukuran sel itu sangat besar, sedemikian besar sehingga bisa menelan satu pulau Kalimantan secara utuh. Tim Teleskop Daniel K. Inouye merilis foto permukaan matahari dengan siluet negara bagian Texas, AS, untuk memberikan bayangan mengenai betapa besar sel plasma yang mereka amati, sekaligus menunjukkan ketajaman citra yang mampu dihasilkan oleh teleskop mereka. Negara bagian Texas memiliki luas 695.662 kilometer persegi, hampir seluas Pulau Kalimantan, yakni 743.330 kilometer persegi. Matahari sendiri jika bagian dalamnya kosong akan mampu menampung 1,3 juta buah planet seukuran bumi.
Mempelajari matahari dengan lebih seksama akan membantu manusia untuk memahami cuaca di tata surya sehingga mampu mempersiapkan tanggapan yang lebih baik dan cepat bila bencana terjadi. Ilmuwan memakai dua cara untuk melakukannya, pertama, dengan melakukan pengamatan secara mendalam atas permukaan magnetik matahari; kedua, mengirim pesawat luar angkasa ke posisi yang sedekat mungkin dengan matahari.
Parker Solar Probe telah diluncurkan pafa tahun 2018 oleh NASA dan akan berada pada jarak 6 juta kilometer dari matahari. Sedangkan Solar Orbiter akan segera menyusul pada Februari 2020 dan khusus akan mempelajari permukaan heliosfer matahari, bagian dimana partikel penghantam dihembuskan ke angkasa luar oleh angin matahari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top