skip to Main Content
Inilah 10 Presiden Keturunan Arab Di Amerika Latin.

Inilah 10 Presiden Keturunan Arab di Amerika Latin.

10 Presiden di Amerika Latin ini mempunyai darah Arab dari orang tua mereka yang datang dari negara-negara di timur tengah. Mereka lahir, sekolah, dan berkarier di Amerika Latin sampai meraih posisi tertinggi di negara-negara tersebut.

Orang Arab bukan hanya merantau sampai ke nusantara, tetapi juga ke Amerika Latin. Disana mereka memulai hidup baru dan mencapai kesuksesan di bidang olahraga, jurnalisme, hukum, ekonomi, dan pemerintahan. Termasuk menjadi Presiden.

Jika mayoritas orang Arab di Indonesia berasal dari Yaman maka orang Arab di Amerika Latin berasal dari tiga negara, yaitu Lebanon, Suriah, dan Palestina.

Keturunan para perantau ini lalu menjadi pemimpin pemerintahan di tujuh dari 33 negara di Amerika Latin, yakni Argentina, El Salvador, Brazil, Ekuador, Kolombia, Honduras, Paraguay. Siapa saja mereka? berikut ini nama-nama keturunan Arab yang menjadi Presiden di Amerika latin.

Carlos Menem

Carlos Menem merupakan presiden keturunan Arab yang paling lama berkuasa di Amerika Latin, yakni mulai 8 Juli 1989 sampai 10 Desember 1999.

Kedua orang tuanya adalah orang Suriah yang pindah ke Argentina. Dia lahir di Annilaco, Provinsi La Rioja pada 2 Juli 1930. Carlos Menem lalu mengambil kuliah hukum dan turun ke jalan dalam melawan kediktatoran. Pada masa itu Argentina sedang mengalami masalah ekonomi yang parah. Setelah memenangkan pemilihan pada 1989, pemerintahannya memulai dan menyelesaikan banyak reformasi ekonomi.

Sebelum menjadi Presiden, Carlos Menem menjadi Gubernur La Rioja sebanyak dua kali. Setelah selesai menjadi Presiden Argentina dia lalu menjadi Anggota Dewan bagi Provinsi La Rioja.

Antonio Saca

Antonio Saca adalah politikus keturunan Palestina yang menjadi presiden El Salvador dari tahun 2004 sampai 2009. Dia lahir di kota Usulutan pada 9 Maret 1965.

Pada 2004 dia memenangkan pemilihan presiden melawan kandidat lain yang juga keturunan Palestina, yakni Schafik Jorge Handal. Darah Palestina kedua kandidat presiden itu dapat ditelusuri sampai ke leluhur mereka di kota Bethlehem.

Pada masa dia berkuasa terjadi ketegangan diplomatik antara El Salvador dengan Israel atas masalah pendirian patung mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat di jalan Al-Quds di ibukota El Salvador. Sebuah taman terbuka di Ibukota juga diberi nama ‘Syahid Yasser Arafat’ enam bulan setelah pemimpin karismatik itu wafat.

Pemerintahan Antonio Saca juga menyetak peta Palestina dengan kata ‘Israel’ tercetak kecil di dalamnya.

Michel Temer

Michel Temer adalah presiden Brazil mulai tahun 2016, menggantikan Dilma Yousef yang terkena pemakzulan dan diberhentikan sebagai presiden di negara terbesar di kawasan Amerika Latin.

Michel Temer lahir di Sao Paulo 23 September 1940 dari pasangan asal Lebanon.

Dia sekolah hukum di Universitas Sao Paulo dan bekerja sebagai Jaksa Pemerintah. Dia lalu menjadi Menteri Keamanan Umum dan Wakil Presiden Brazil mulai tahun 2011.

Pada 31 Agustus 2016 dia menjadi Presiden sampai 31 Desember 2018.

Michel Temer

Julio Teodoro Salem

Julio Teodoro Salem adalah keturunan Arab pertama yang menjadi Presiden di Ekuador. Setelah dirinya, negara itu akan mempunyai dua orang keturunan Arab lain yang menjadi presiden.

Dia hanya berkuasa selama tiga hari mulai 29 Mei sampai 31 Mei 1944 sebagai Presiden sementara setelah Presiden Carlos Alberto dilengserkan akibat kekalahan Ekuador dalam perang melawan Peru.

Abdala Bucaram

Abdala Bucaram terlahir dari keluarga imigran asal Lebanon di Guayaquil, Ekuador pada 20 Februari 1952.

Dia adalah seorang atlet yang terkenal dan memiliki gelar pendidikan jasmani. Abdala Bucaram bahkan menjadi pembawa bendera Ekuador pada olimpiade 1972.

Setelah mengambil pendidikan hukum dia memulai karir politik dan akhirnya menjadi presiden ke-38 Ekuador yang menjabat mulai 10 Agustus 1996 sampai 6 Februari 1997.

Dia lalu dimakzulkan dengan tuduhan kekurangan kemampuan mental untuk memimpin negara.

Jamil Mahuad

Setelah dua pejabat sementara menggantikan Abdala Bucaram, kursi kepresidenan Ekuador kembali ke tangan orang keturunan Arab, Jamil Mahuad. Dia menjadi Presiden mulai dari 10 Agustus 1998 sampai 21 Januari 2000.

Selama pemerintahannya, Ekuador menandatangani perjanjian damai dengan Peru. Tetapi itu tidak mampu menyelamatkan nasib Presiden kelahiran 29 Juli 1949 ini. Perekonomian Ekuador memburuk sehingga memaksa Presiden keturunan Lebanon ini untuk menerapkan kebijakan dolarisasi dan memotong anggaran militer sampai 60 persen.

Dia akhirnya dipaksa berhenti setelah warga asli Ekuador berunjuk rasa selama seminggu diikuti oleh pemberontakan militer.

Julio Samir Turbay

Julio Samir Turbay menjadi Presiden Kolombia mulai 7 Agustus 1978 sampai 7 Agustus 1982. Dia adalah pengacara yang memiliki karier panjang sebagai pejabat sipil.

Ayahnya adalah seorang pengusaha sukses yang berasal dari Lebanon dan menikah dengan wanita asli Kolombia. Selain sebagai Presiden, Julio Samir Turbay pernah pula menjadi Menteri Pertambangan dan Perminyakan, Menteri Luar Negeri, dan Duta Besar Kolombia untuk Amerika Serikat, Britania Raya, Italia, dan Vatikan.

Julio Samir Turbay

Carlos Facusse

Carlos Facusse adalah Presiden Honduras yang memerintah mulai 27 Januari 1998 sampai 27 Januari 2002. Dia merupakan warga Honduras keturunan Palestina. Dia adalah pengusaha sukses merangkap sebagai politisi.

Sebelum menjadi Presiden dia menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara dan Presiden Parlemen Honduras.

Mario Abdo Benitez

Mario Abdo Benitez adalah Presiden ke-51 Paraguay dan memiliki darah Lebanon dari sisi ayahnya.

Dia mulai menjabat pada 15 Agustus 2018 lalu.

Dalam setahun masa pemerintahannya, Paraguay memutuskan hubungan diplomatik dengan Venezuela dan memicu kemarahan Israel. Pemerintahan Mario Abdo Benitez mengakui pemimpin oposisi sebagai sebagai Presiden sah Venezuela dan mengembalikan kantor kedutaan Venezuela di Israel dari Jerusalem ke Tel Aviv.

Nayeeb Bukele

Nayeeb Bukele

Nama aslinya adalah Najeeb Boukila yang menjadi Nayib Bukele dalam bahasa Spanyol. Ibunya adalah Olga Ortez de Bukele seorang asli El Salvador sedangkan ayahnya adalah Armando Bukele Kattan yang merupakan seorang pengusaha terkenal sekaligus imam lokal keturunan Palestina.

Dia mulai menjabat sebagai Presiden El Salvador pada 1 Juni 2019 lalu. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai walikota Nuevo Cuscatlan dan San Salvador.

This Post Has One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top