skip to Main Content
Inilah 9 Gejala Kunci Covid-19 Dan Tindakan Yang Perlu Kamu Ambil

Inilah 9 gejala kunci Covid-19 Dan Tindakan yang Perlu Kamu Ambil

Wabah Covid-19 telah membuat seluruh dunia waspada. Virus SARS-CoV-2 bahkan telah mengembangkan diri menjadi jenis baru yang dapat menjangkiti seseorang tanpa menunjukkan gejala. Sebarannya pun makin luas, Brazil melaporkan bahwa suku yang sangat terasing di pedalaman hutan Amazon pun terkena virus corona, dengan lebih dari enam orang yang telah dinyatakan positif tertular Covid-19.

Untuk membantu kamu lebih berhati-hati, berikut ini 10 gejala penting yang dapat menjadi petunjuk mengenai kehadiran virus corona.

Sesak nafas

Sesak nafas bukan gejala awal yang umum pada penderita Covid-19 tetapi merupakan gejala yang paling serius. Sesak nafas bisa terjadi tanpa sebab, tanpa batuk. Jika kamu merasa bahwa dada terasa seperti digenggam erat atau merasa tidak bisa menarik nafas dengan dalam itu adalah tanda bahwa kamu harus segera memeriksakan diri.

Jika kamu merasa sakit atau tekanan yang kuat di dada dan bibir atau muka yang mulai membiru itu tanda bahwa tubuhmu mulai kekurangan oksigen akibat kesusahan bernafas. Segeralah menghubungi rumah sakit atau klinik terdekat.

Hilangnya indera pembau dan pengecap

Pada kasus Covid-19 skala ringan dan sedang, kehilangan kemampuan untuk mengenali bau dan rasa menjadi salah satu gejala aneh yang paling umum terjadi. Gejala ini disebut anosmia.

Menurut American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery anosmia paling sering muncul pada pasien Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala lain, seperti demam atau batuk.

Pegal linu

Pada beberapa pasien Covid-19, kelelahan luarbiasa dan sakit di sekujur tubuh menjadi gejala yang umum dirasakan. WHO melaporkan bahwa 40 persen dari 6.000 pasien yang menjalani pemeriksaan laboratorium dipastikan menderita sakit di sekujur tubuh dan kelelahan luar biasa.

Sakit pada persendian dan otot, pegal-pegal di seluruh tubuh, dan rasa amat lemas  dirasakan oleh sebagian pasien bahkan setelah mereka sembuh dari Covid-19.

Batuk kering

Batuk kering yang kamu rasakan berbeda dari batuk biasa. Batuk yang berkaitan dengan Covid-19 bukan batuk akibat gatal di tenggorokan atau batuk karena kamu merasakan gangguan di tenggorokan dan hendak membersihkannya. Batuk yang terkait Covid-19 adalah batuk kering yang terasa dalam sampai ke tulang dada.

Baca juga: Tips agar betah karantina di rumah ala Astronot Kanada.

Kebingungan mendadak

Lembaga anti wabah Amerika Serikat mengatakan bahwa kebingungan mendadak dan ketidak-mampuan untuk bangun dan awas dengan suasana sekitar adalah tanda terkait dengan Covid-19.

Jika tanda ini muncul bersamaan dengan bibir yang membiru, sulit bernafas, dan sakit dada maka segeralah menghubungi layanan kesehatan terdekat.

Ilustrasi demam pada pasien Covid-19. (wexnermedical.oso.edu)

Demam

Suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36,5 sampai 37,2 derajat selsius. Tetapi sebagian besar anak-anak dan orang dewasa baru merasakan dirinya demam ketika suhu tubuh mereka telah mencapai 37,7 derajat selsius.

Sepanjang hari, suhu tubuh manusia terus berubah-ubah sehingga saat yang paling tepat untuk mendapatkan suhu tubuh yang akurat adalah pada akhir sore hariatau menjelang malam, sesaat sebelum dan sesudah matahari tenggelam. Jika suhu tubuhmu meningkat pada waktu itu maka kemungkinan besar kamu mendapatkan demam.

WHO melaporkan bahwa 33 persen penderita Covid-19 pada Februari yang menjalani pemeriksaan laboratorium batuk de gan mengeluarkan dahak dari paru-paru mereka.

Masalah pencernaan

Saat China memeriksa sekitar 200 kasus pertama pasien Covid-19 mereka menemukan bahwa masalah perut atau pencernaan menimpa hampir separuh dari seluruh pasien. Diare tanpa demam menjadi salah satu petunjuk tertular SARS-CoV-2.

Mata pink

Laporan dari China, Korea Selatan, dan bagian lain dunia menyebutkan bahwa antara 1 sampai 3 persen penderita Covid-19 menunjukkan gejala mata pink atau conjunctivitis. Mata bewarna pink adalah radang pada lapisan tipis tembus pandang yang menutupi bagian mata yang bewarna putih pada bola mata. Rada pada lapisan yang disebut conjunctivitis ini disebabkan oleh virus, termasuk virus SARS-CoV-2. Meski tidak selalu disebabkan oleh SARS-CoV-2 tetapi mereka yang matanya mendadak bewarna pink senaiknya segera memeriksakan diri.

Sakit kepala, sakit tenggorokan, dan gangguan pernafasan

Laporan WHO menunjukkan bahwa dari 6.000 kasus Covid-19 di China, 14 persennya menunjukkan gejala sakit kepala dan sakit tenggorokan dan 5 persen lagi menujukkan gejala gangguan saluran pernafasan.

Gejala ini serupa seperti gejala bila terkena flu dan nyatanya Covid-19 memanga dalah sejenis flu dan berbagi banyak gejala yang sama, termasuk sakit kepala, pegal linu, dan lelah luar biasa.

Kamu yang memiliki satu atau beberapa gejala di atas tidak perlu panik. Segera lakukan hal-hal berikut ini, Pertama, Hubungi dokter yang kamu kenal atau klinik dan rumah sakit terdekat dan buatlah janji untuk melakukan pemeriksaan Covid-19; kedua, cari informasi mengenai tempat melakukan tes Covid-19 disekitar tempat tinggal kamu; ketiga, tetap diam di rumah, di dalam ruangan terpisah dengan anggota keluarga lain; keempat, jika kamu kuatir semua anggota keluarga juga tertular maka semua anggota keluarga serumah sebaiknya melakukan karantina di dalam rumah; kelima, berlaku jujur kepada petugas medis mengenai gejala yang kamu rasakan agar mereka bisa memberikan perawatan yang sesuai; keenam, berlaku jujur kepada keluarga, tetangga, dan teman agar mereka tidak tertular, dan; ketujuh, hubungi Kepala RT di tempat kamu tinggal agar dia bisa menggalang bantuan logistik dari para tetangga selama kamu melakukan karantina.

This Post Has One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top