skip to Main Content
Microsoft Akan Beli TikTok Demi Keamanan Amerika Serikat

Microsoft Akan Beli TikTok Demi Keamanan Amerika Serikat

Perusahaan Teknologi asal Amerika Serikat Microsoft sedang dalam usaha untuk membeli TikTok. Microsoft membicarakan rencana itu dengan Presiden Amerika Serikat dan mengajak warga Amerika Serikat untuk ikut turut serta.

TikTok adalah aplikasi yang sedang naik daun. Aplikasi berbagi video pendek besutan perusahaan asal Republik Rakyat China Toutiao itu kini memiliki pengguna aktif sebanyak 800 juta orang di seluruh dunia. Namun perjalanannya tidak berlangsung mulus. Seiring melesatnya kepopuleran TikTok, tuduhan serius pun muncul. TikTok dianggap menjadi alat untuk memata-matai orang, dalam hal ini adalah para penggunanya sendiri dan Amerika Serikat menganggap hal itu sangat serius.
Amerika Serikat menganggap TikTok sebagai ancaman bagi keamanan nasional negara mereka. TikTok dapat memanen data dari ponsel penggunanya dan itu menjadi ancaman keamanan karena ada pegawai pemerintahan, anggota parlemen, militer, dan polisi yang ikut menjadi pengguna TikTok. Akibatnya Presiden Donald Trump berencana akan melarang TikTok di Amerika Serikat. Tetapi jalan lain sedang disiapkan.
Microsoft melalui unggahan di blog mereka pada hari Minggu 2 Agustus 2020 mengatakan bahwa sedang bersiap untuk melanjutkan diskusi untuk menjelajahi kemungkinan membeli TikTok di Amerika Serikat. Ini merupakan perkembangan terbaru atas pertemuan antara Presiden Trump dan CEO Microsoft Satya Nadella. hal ini menegaskan rumor yang berkembang tentang pembelian aplikasi asal China itu oleh perusahaan dari negeri Paman Sam. TikTok sekarang dimiliki oleh ByteDance sehingga Microsoft akan melaksanakan negoisasi dengan perusahaan yang berpusat di Beijing itu.
Kedua perusahaan telah menerbitkan NoI untuk mempelajari kemungkinan pengajuan awal dari Microsoft kepada TikTok. Pengajuan itu akan berisi tawaran dari Microsoft untuk membeli layanan TikTok di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Jika ByteDance menerima maka Microsoft akan menjadi memiliki dan menjalankan operasi TikTok di keempat negara itu.
Belum diketahui bagaimana caranya nanti Microsoft akan membedakan layanan TikTok mereka dengan layanan TikTok oleh ByteDance di wilayah diluar keempat negara tersebut, seperti di Eropa dan Afrika.
Microsoft pun mengaku tidak sendiri dalam usaha ini. Mereka mengundang warga Amerika Serikat lainnya, perorangan maupun kelompok, untuk menjadi penanam modal untuk berpartisipasi sebagai pemilik saham minoritas dalam pembelian TikTok ini. Bila jadi dibeli, maka Microsoft berjanji akan memastikan bahwa semua data warga Amerika Serikat pengguna TikTok akan tetap berada di dalam wilayah Amerika Serikat, tidak dikirim ke luar negeri apalagi ke pemerintahan Republik Rakyat China seperti yang ditakutkan oleh pemerintahAmerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top