skip to Main Content
Misteri Planet Yang Hilang Terpecahkan Berkat Data Baru NASA

Misteri Planet Yang Hilang Terpecahkan Berkat Data Baru NASA

Misteri menghilangnya sebuah planet akhirnya terpecahkan berkat bantuannya sejumlah data baru dari NASA. Penyebabnya adalah sebuah tumbukan antara dua buah benda langit 16 tahun yang lalu.

Sebuah planet ditemukan pada 2004 oleh seorang Astronomer Paul Kalas. Astronomer dari Universitas California Berkeley itu bersama koleganya mempergunakan teleskop super kuat Hubble milik NASA dan berhasil menemukan sebuah planet yang berada jauh di luar tata surya kita. Planet itu berjarak 25 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit pada sebuah bintang bernama Fomalhaut sehingga dia diberi nama Fomalhaut b.

Penemuan Fomalhaut b memicu kehebohan karena untuk pertama kalinya sebuah planet yang berada jauh dari Bumi bisa ditemukan dengan cara pengamatan langsung memakai teleskop. Fomalhaut b memiliki pendaran cahaya sendiri yang cukup kuat sehingga membuatnya bisa dilihat langsung hanya dengan memakai teleskop optik. Planet-planet lain tidak seberuntung itu, cahaya yang mereka pantulkan terlalu lemah untuk dapat diamati melalui teleskop sehingga Astronom mesti mempergunakan cara lain untuk menemukan mereka.

Bintang yang bergerak mendekati bumi meninggalkan jejak gelombang pendek dan saat bergerak menjauh meninggalkan jejak gelombang panjang. perubahan pada pola yang ditinggalkan akan memberi petunjuk adanya planet. (obswww.unige.ch)

Cara tidak langsung untuk menemukan planet ini adalah dengan mengamati perubahan pada kilau cahaya bintang. Pergerakan sebuah bintang yang diamati saat mendekati atau menjauhi pengamat di Bumi meninggalkan jejak gelombang cahaya. Setelah melalui masa pengamatan jejak ini akan memiliki pola. Pola itu bisa dipelajari untuk menentukan apakah bintang itu sendirian atau memiliki planet yang mengiringinya. Cara tidak langsung ini dipergunakan untuk menemukan hampir semua planet yang berada di luar tata surya kita.

Fomalhaut b menjadi pengecualian dengan terangnya cahaya yang dia pantulkan sehingga mampu dilihat langsung keberadaannya tanpa perlu memeriksa data panjang gelombang. tetapi planet itu kini tidak lagi terlihat, menghilang. Hilangya Fomalhaut b kembali menarik perhatian ilmuwan kepada planet yang selalu membuat heboh sejak pertama kali ditemukan.

Ilmuwan lalu mengunduh ulang data-data pengamatan Fomalhaut b dari teleskop Hubble dan mempelajarinya. Mereka akhirnya menemukan suatu keanehan, cahaya planet Fomalhaut b memudar. Ilmuwan itu, Andras Gaspar dari Universitas Arizona bersama para koleganya mempelajari data yang mereka punya sejak tahun 2004 dan memerhatikan bahwa cahaya yang berasal dari Fomalhaut b semakin memudar sampai akhirnya hilang.

Bintang Fomalhaut memili cincin yang terbentuk dari awan debu yang mengelilinginya. Tumbukan antara dua asteroid menghasilkan awan debu berkilau yang akhirnya menghilang seiirng waktu. (arstechnica.com)

Andras Gaspar dan tim lalu membuat sebuah simulasi komputer yang menyerupai lingkungan dimana bintang Fomalhaut dan planet Fomalhaut b berada. Dalam model simulasi itu dia membuat dua buah asteroid atau batu luar angkasa calon planet berukuran 200 kilometer bertabrakan. Hasil dari simulasi tabrakan itu memberikan data yang serupa dengan data yang didapatkan dari pengamatan atas Fomalhaut b. “Modeling yang kami buat menunjukkan bahwa karakteristik yang diamati sesuai dengan model sebuah awan debu yang mengembang yang dihasilkan dari sebuah tumbukan yang besar,” ujar Andras Gaspar.

Ternyata, Fomalhaut b bukanlah sebuah planet seperti yang dikira selama ini. Cahaya kuat yang diamati oleh Paul kalas pada 2004 adalah cahaya yang dihasilkan oleh tumbukan dua buah asteroid yang mengorbit bintang Fomalhaut. Tumbukan itu cukup besar  untuk menghasilkan kilau cahaya yang diikuti awan debu yang akan terlihat seperti planet saat diamati dari Bumi. Kejadian seperti ini sangat langka, menurut perhitungan Andras Gaspar, hanya terjadi dua kali dalam 100.000 tahun. Berarti dalam rentang hidup manusia modern sejak pertama kali keluar dari Afrika, tumbukan antar asteroid hanya terjadi dua kali saja.

Dengan demikian misteri hilangnya Fomalhaut b telah terpecahkan. Fomalhaut b ternyata tidak hilang. Sejak awal dia bukanlah planet, kilau yang dikira planet Fomalhaut b hanyalah awan debu hasil tabrakan dua buah asteroid di luar angkasa yang jauh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top