skip to Main Content
Penderita Covid-19 Kehilangan Indera Pembau Mereka, Ini Penyebabnya

Penderita Covid-19 Kehilangan Indera Pembau Mereka, Ini Penyebabnya

Peneliti Harvard menemukan penyebab hilangnya kemampuan penciuman orang yang tertular covid-19. Kabar baiknya adalah hilangnya indera pembau ini hanya bersifat sementara.

Salah satu gejala utama yang dapat dikenali dari orang yang tertular covid-19 adalah hilangnya indera pembau mereka. Menurut beberapa penelitian, kehilangan indera penciuman bahkan bisa menjadi gejala yang paling mudah dikenali untuk memperkirakan apakah seseorang terkena covid-19 atau tidak dibandingkan dengan gejala demam dan flu. Tetapi ilmuwan masih dibuat bingung oleh penyebab hilangnya kemampuan seseorang untuk mengenali bau ini sampai beberapa waktu lalu saat penelitian dari beberapa universitas terkenal diumumkan.
Tim peneliti yang terdiri dari ilmuwan dari Harvard Medical School, Universitas California Berkeley, dan King’s College London menerbitkan penelitian berjudul ‘Non-neuronal expression of SARS-CoV-2 entry genes in the olfactory system suggest mechanisms underlying covid-19 associated anosmia” pada 28 juli 2020 melalui laman sciencemag. Penelitian itu bertujuan untuk memahami cara virus SARS-CoV-2 menyerang indera pembau pada pasien Covid-19.
“Temuan kami memberi petunjuk bahwa virus corona novel memengaruhi kemampuan penciuman pada pasien bukan dengan cara menyerang langsung ke saraf tetapi dengan cara memengaruhi fungsi sel-sel pendukung,” ujar Sandeep Robert Datta, seorang Profesor Neurobiologi pada Sekolah Medis Harvard yang terlibat dalam penelitian dan menulis laporannya.
Virus SARS-CoV-2 rupanya hanya menyerang sel yang mendukung pekerjaan saraf sensor, bukan pada saraf sensornya sendiri yang bekerja mendeteksi kemunculan bau dan mengirimnya ke otak. Temuan ini memberi harapan baik bahwa kemampuan penciuman pasien tidak akan hilang secara permanen melainkan akan kembali normal ketika mereka pulih dari covid-19. Dengan begitu, tidak diperlukan usaha perbaikan saraf sensor untuk mengembalikan kemampuan penciuman pada penyintas Covid-19.
Kamu yang mendadak tidak bisa mencium wanginya parfum atau aroma makanan yang dimasak sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan dokter langganan untuk mendapatkan kepastian status kesehatan. Apalagi bila ketidak-mampuan mencium bau diikuti dengan demam dan flu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top