skip to Main Content
Seni Batu Berusia 20.000 Tahun Ditemukan Di Sulawesi

Seni Batu Berusia 20.000 Tahun Ditemukan di Sulawesi

Dua buah seni batu kuno berusia 20.000 tahun telah ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Seni batu ini menjadi bukti bahwa kemampuan kognitif yang melahirkan seni dan budaya pada manusia tidak lahir di Eropa.

Dua buah batu kecil yang dihiasi ukiran dan diberi warna dari masa jaman es terakhir telah ditemukan. Keduanya ditemukan di dalam gua Leang Bulu Bettue, Sulawesi, pada tahun 2017 dan 2018. Hasil penanggalan karbon menunjukkan bahwa kedua batu itu berusia antara 14.000 sampai 26.000 tahun yang lalu, usia itu menempatkan keduanya pada masa sebelum jaman es terakhir berakhir pada 11.700 tahu yang lalu. Tim peneliti dari Indonesia dan Australia menerbitkan hasil temuan mereka pada laman Nature Human Behaviour.

(Griffith University)

Batu dengan seni pahat ini berukuran kecil dan dapat dibawa-bawa dengan mudah sehingga diduga menjadi benda yang menghias tempat tinggal atau tempat berkumpul manusia pada masa itu. Kedua batu ini ditemukan bersama dengan sejumlah artefak lain, termasuk alat dari batu, sisa-sisa hewan yang dipotong dan dibakar, dan beberapa bagian ornament tubuh.

Batu pertama yang dipublikasikan adalah sebuah batu yang berisi pahatan kepala dan bagian atas tubuh anoa, hewan khas pulau Sulawesi. Anoa juga muncul dalam sebuah seni dinding gua berusia 44.000 tahun yang juga ditemukan di Sulawesi. Anoa diduga menjadi hewan penting bagi manusia di Sulawesi sebagai bahan makanan dan peralatan berburu.

(Griffith University)

Batu lainnya diberi pahatan sesuatu yang membingungkan peneliti. Sebuah benda bersegi enam dengan beberapa garis memanjang keluar memantik sejumlah dugaan bahwa itu adalah pahatan sebuah mata, bintang, atau bunga. Peneliti menemukan bahwa masing-masing ceruk pahatan diisi dengan pigmen bewarna merah untuk membuat seninya lebih mencolok.

Dua temuan seni ini membantah teori yang popular bahwa daya kognitif yang berujung pada kemunculan seni dan budaya hanya lahir di benua Eropa dan dari sana barulah menyebar ke seluruh dunia. Temuan pada gua Leang Bulu Bettue membuktikan bahwa daya kognitif diduga muncul di berbagai tempat di dunia secara bersamaan. Seni batu serupa ini sebelumnya ditemukan di Eropa dan Asia Barat dan merupakan yang pertama di wilayah Asia Timur.

Temuan seni hias dinding gua dan batu seperti ini memberi kesan yang kuat bahwa Sulawesi adalah salah satu pusat penting kebudayaan dunia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top