skip to Main Content
Tips Dari CDC Untuk Membuat Dan Memakai Masker Kain

Tips dari CDC Untuk Membuat dan Memakai Masker Kain

Lembaga anti wabah pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan panduan untuk membuat masker dari kain. Panduan itu juga berisi hal-hal yang perlu diperhatikan saat mempergunakan masker kain.

Centers for Disease Control and Prevention memperbaharui panduan mereka dalam mempergunakan masker. CDC merekomendasikan warga untuk memakai masker kain dan tidak perlu memakai masker bedah atau masker khusus N95 yang jumlahnya makin terbatas. Masker kain dapat dipergunakan di tempat-tempat dimana social distancing sulit untuk dilakukan, seperti saat berada di pasar, toko swalayan, dan apotek.

Masker yang terbuat dari kain tidak dibuat untuk membuat seseorang terhindar dari sakit tetapi bertujuan untuk menghindarkan si pengguna menyebarkan virus kepada orang lain. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Scott Segal bersama Wake Forest Institute for Regenerative Medicine melibatkan berbagai jenis kain yang ada di pasaran. Mereka menguji kemampuan kain untuk menyediakan udara untuk bernafas dan menyaring virus. Hasilnya sangat bervariasi.

Masker N95 mampu menyaring 95 persen partikel dan virus, sedangkan masker bedah mampu menyaring 62 sampai 65 persen partikel. Kain memiliki hasil yang beragam sehingga tidak semuanya cocok untuk dijadikan masker. Kain baju kaus tidak direkomendasikan menjadi masker karena buruk sekali dalam melakukan penyaringan. Sedangkan kain hasil rajutan memiliki kerapatan antar rajutan yang rendah sehingga menyediakan ruang untuk partikeld an virus masuk.

Kain yang benangnya dianyam dengan padat memberikan hasil yang baik saat dijadikan masker. “Anda mau mempergunakan kain seperti batik (untuk masker),” ujar Scott Segal seperti dikutip dari NBC News. Kain dengan anyaman padat lain juga dianjurkan. Satu cara yang diberikan oleh Scott Segal untuk mengenali kain yang bagus untuk dijadikan masker adalah dengan menerawangkan kain ke arah datangnya sinar, jika hanya sedikit cahaya yang berhasil melaluinya maka kemungkinan hanya sedikit pula partikel dan virus yang bisa menembus kain itu.

Beberapa jenis kain memberikan hasil uji yang lebih baik daripada masker bedah. Kemampuannya menahan terobosan partikel dan virus mencapai angka 79 persen.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengguna masker kain, pertama, disarankan untuk mempergunakan dua lapis kain dengan anyaman yang padat untuk mendapatkan pertahanan yang sulit ditembus oleh virus. Jika masker mempergunakan kain yang tidak terlalu padat anyamannya maka tambahkan potongan kain flanel diantara dua lapis kainnya.

Kedua, masker kain bukanlah pengganti bagi social distancing, karena itu masyarakat hendaknya tetap di rumah dan jika terpaksa keluar maka harus mempergunakan masker dan menjaga jarak.

Ketiga, utamakan memakai masker yang memiliki tali pengikat. Tali yang diikat ke belakat kepala dapat menyesuaikan dengan ukuran masing-masing wajah daripada tali karet yang dikaitkan ke telinga atau ke belakang kepala.

Keempat, pastikan untuk mempergunakan masker kain yang kering. Masker yang basah berpotensi menjadi tempat hinggap virus corona, membuatnya hidup lebih lama dan menular kepada orang lain. Basah pada masker kain dapat disebabkan oleh embun dari nafas si pengguna sendiri.

Kelima, cucilah masker kain secara teratur mempergunakan seterjen dan mesin cuci biasa.

This Post Has One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top